2.518 Ha Sawah Di Pesbar Kekeringan - radarpesbar.com | Radar Pesbar Online

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Senin, 09 September 2019

2.518 Ha Sawah Di Pesbar Kekeringan

Musim Kemarau di Pesbar Menyebabkan Ribuan Hektare Lahan Persawahan Tidak Bisa Digarap Karena Kekeringan.
Radarpesbar.com – Dinas Pertanian (distan), Kabupaten Pesiisr Barat (Pesbar), mencatat selama tiga bulan terakhir, jumlah areal persawahan yang tidak dapat ditanami akibat musim kemarau mencapai 2.518 hektar dari total luas baku areal persawahan mencapai 8.745 hektar.

Kabid Tanaman Pangan Gunawan, S.P., mengatakan hingga kini luas areal persawahan di Kabupaten Pesbar yang mengalami kekeringan terus bertambah, hal itu akibat musim kemarau yang masih terus berlangsung.
“ Hingga sekarang sudah ribuan hektar areal persawahan mengalami kekeringan dan tidak bisa digarap oleh petani akibat musim kemarau yang masih berlangsung hingga sekarang,” kata dia.

Dijelaskannya, areal persawahan yang mengalami kekeringan terjadi disejumlah kecamatan seperti Kecamatan Ngambur seluas 561 hektar, Bangkunat 528 hektar, Pesisir Selatan 660 hektar, Ngaras 569 hektar, dan Krui Selatan 200 hektar.

“ Areal persawahan yang mengalami kekeringan kemungkinan besar makin bertambah hingga bulan ini, sebab sejumlah areal persawahan di beberapa kecamatan mulai mengalami kekeringan seperti di Kecamatan Pesisir Tengah,” kata dia.

Ditambahkannya, sejumlah areal persawahan yang mulai mengalami kekeringan dan tidak dapat digarap pasca panen beberapa waktu lalu seperti di Pekon Seray dan Lingkungan Gunungsari Kelurahan Pasarkota Krui Kecamatan Pesisir Tengah.

“ Untuk wilayah Kecamatan Pesisir Tengah kita belum menerima laporan dari penyuluh pertanian ada areal persawahan yang tidka bisa digarap karena kekeringan,” terangnya.

Ditegaskannya, untuk memaksimalkan proses pengolahan areal persawahan yang masih memungkinkan digarap karena ada sumber air yang berasal dari sungai membutuhkan mesin pompa air, beberapa waktu lalu Distan telah menyalurkan 14 unit mesin pompa air.

“ Mesin pompa air sudah kita salurkan agar bisa dimanfaatkan oleh petani untuk mengambil air dari sungai terdekat, tapi sungai yang bisa dimanfaatkan tentu yang masih memiliki pasokan air yang banyak,” ujarnya.(yogi/d1n)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad